Hai, Journeyers!

Menarik Pesan Film Selesai– Jumat lalu (20 Agustus 2021), temanku mengajakku nonton sebuah film baru Indonesia. Aku yang jarang sekali nonton Film Indonesia, tertarik karena gambaran film ini hampir mirip dengan bagian cerita fiksi yang sedang dituliskan temanku.

Aku tidak tahu ternyata film itu sampai trending di twitter. Dan beberapa pemainnya juga.

Karena penasaran dengan film tersebut, temenku langsung membeli tiket online untuk menontonnya. Dan kami menonton bersama di kosan salah satu diantara kami.

Film ini berjudul SELESAI, karya Tompi yang pemainnya adalah Gading Marten, Ariel Tatum dan Anya Geraldine. Menceritakan perkara dalam rumah tangga dan terjadinya perselingkuhan. Bagi teman-teman yang memiliki trauma untuk tema perselingkuhan, saranku tak usah nonton film ini ya.




Aku juga heran, film bertemakan perselingkuhan saat ini banyak ditayangkan. Tak hanya di Indonesia, aku yang suka nonton drama Korea pun, tak sedikit drama yang mereka tayangkan tentang tema yang sama. Apakah memang sedang banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari?

Film SELESAI banyak dinilai tidak bagus, ceritanya yang klise dan tidak terlalu greget. Dan terdapat juga adegan-adegan tidak penting yang tidak terkait dengan pemeran utamanya.

Namun, setelah aku menonton film ini, entah kenapa aku dapat mengambil pesan dari film ini. Apa yang aku tangkap dari film ini, mungkin bisa sama atau tidak dengan kamu.

Yuks, simak menarik pesan Film Selesai ini, Journeyers!

1. Penyebab terjadinya perselingkuhan

film-selesai-full-movie-sub-indo
Foto: instagram.com/beyoutifulpictures.production

Bagiku, tak ada alasan penyebab terjadinya perselingkuhan. Dari kisah rumah tangga Broto (diperankan Gading Marten) dan Ayu (diperankan oleh Ariel Tatum), aku menarik pesan film Selesai, perselingkuhan adalah bentuk pelarian.

Hal ini dikarenakan suami merasa tak dihargai dan terjadilah minimnya komunikasi. Suami merasa ucapannya diabaikan. Peran istri yang terlalu dominan dalam mengambil keputusan dalam rumah tangga.

Sehingga tak lagi nyaman untuk berbagi cerita dengan si Istri. Sehingga, si Suami memilih untuk mendapatkan kenyamanan dari orang lain.

Tapi dari pandanganku, sebenarnya hal yang klise itu dijadikan sebuah alasan. Karena bagaimana pun, tak ada yang memperbolehkan adanya perselingkuhan. Disaat kamu memutuskan untuk menikahi seseorang, saat itu kamu sudah bisa menerima konsekuensi dari keputusan tersebut.

Bikin geram juga, nih, Pak Broto!! Hehe

2. Jangan mudah percaya dengan laki-laki

film-selesai-tayang-dimana
Foto: instagram.com/beyoutifulpictures.production

Ini yang aku tangkap dari kisah pembantu rumah tangga yang diperankan oleh Tika Penggabean sebagai Yani. Dikala masih pacaran, jangan terlalu percaya dengan omongan lelaki.




Dan tak perlu terlalu terbuka, seperti memberitahu jumlah tabungan kita, dimana posisi kita menyimpan tabungan kita.

Lalu, kita perlu cerdas juga, jangan hanya karena dia bilang sayang pada kita, lalu kita percaya begitu saja kepada dia. Kamu salah, Journeyers!

Lelaki yang baik tidak akan membebani wanitanya. Beda halnya dengan peran Bambang sebagai pacarnya Yani di film ini. Dia tak memiliki pekerjaan dan memilih tinggal secara sembunyi-sembunyi di rumah tempat Yani kerja.

Setidaknya sebagai laki-laki memiliki jiwa kerja keras dan berusaha. Kamu harus hati-hati ya, Journeyers!


Baca juga:

Peran Secretary Kim Yang Menginspirasi Wanita Karir! -What’s Wrong with Secretary Kim

Pecah Rekor! Ini 7 Fakta Menarik Lagu Butter Dari BTS!

Daebak!!! 10 Fakta Menarik Lagu Permission to Dance BTS!


3. Depresi bisa menyebabkan halusinasi

film-selesai-sinopsis
Foto: instagram.com/beyoutifulpictures.production

Film ini memiliki plot twist yang tak terduga. Dari alur awal film ini tampak begitu normal dan biasa saja pada diri Ayu (Ariel Tatum). Dari awal film sudah terlihat penggambaran bahwa suaminya selingkuh dan dia menyadari itu.

Dan kita pun dibawa hanyut dengan kegeraman kepada Broto yang begitu tak peduli kepada istrinya. Hingga pada akhirnya Broto mencurigai bahwa istrinya juga selingkuh. Dan mengetahui bahwa nomor ponsel yang sering istrinya hubungi adalah adik Broto.

Hal tak terduga terbongkar di momen ini. Karena, Ayu merasa selama ini sangat nyaman dengan adik suaminya, bahkan dia merasa kalau adik suaminya juga merasakan hal yang sama.

Namun dari penuturan adik Broto, dia tak pernah lagi merespon panggilan ataupun chat kakak iparnya tersebut. Karena dia mengetahui bahwa kakak iparnya bersikap tak seperti layaknya seorang kakak ipar.




Pada akhirnya, semua menyadari bahwa Ayu selama ini berkomunikasi dengan adik iparnya hanya halusinasi dari Ayu. Ayu menciptakan dunianya sendiri, bahkan dia tak menyadari bahwa itu hanyalah halusinasinya saja. Dia percaya bahwa adik iparnya menyayangi dia juga. Sedangkan hal itu, tidaklah benar terjadi.

Pada bagian ini, jujur aku sedih. Karena, posisi Ayu sangatlah tersudutkan dan menyedihkan. Dia selama pernikahannya tak dihargai oleh suaminya, dan menutupi perselingkuhan suaminya. Saking dalamnya luka yang dia alami, hingga dia menciptakan dunianya sendiri, dunia yang membuatnya nyaman dengan keadaan, yang ternyata hanya halusinasinya saja.

Jadi, jika kita mengalami hal sulit, janganlah berusaha menutupinya dan menanganinya sendiri. Cobalah bercerita kepada orang yang bisa kita percaya dan bisa menjaga amanah kita. Meskipun urusan rumah tangga kita tidak baik untuk diceritakan pada orang lain. Setidaknya kita mempunya 1 orang yang dapat berbagi cerita dan solusi disaat kita ada masalah.

4. Tingginya insting seorang Ibu

Hal ini terlihat disaat Ayu dan Broto bertengkar dan memutuskan akan bercerai. Sang Mertua, Ibu dari Broto datang mengunjungi mereka, karena perasaan dan pikirannya selalu kepada anak-anaknya. Disini sang Ibu sudah menyadari bahwa adanya perselisihan dalam rumah tangga anaknya. Karena, pembantu yang dipekerjakan di rumah Ayu adalah orang suruhan mertuanya.

Sang Ibu mempekerjakan pembantu tersebut tanpa sepengetahuan anak-anaknya. Hal itu dikarenakan Ibu Broto ingin tahu apa yang terjadi pada rumah tangga anaknya. Dan peran Yani disini seperti mata-mata bagi mertua Ayu. Memang insting seorang Ibu sangat kuat terhadap anak-anaknya.

Inilah akhir dari pernikahan Broto dan Ayu. Banyak komentar negatif untuk film ini, dan juga dinilai tidak begitu menarik. Dan untuk rating film ini cocok untuk 18 karena ada beberapa adegan yang tak sewajarnya ditampilkan dalam film ini.

Bagi kamu yang sudah menonton film ini, kamu dapat menarik pesan film SELESAI juga, kah? Atau kamu hanya menikmati dengan sambil geram akan pemeran-pemerannya? Yuk, sharing juga pendapatmu, Journeyers!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *