Hi, Journeyers!

Berniat liburan ke Jawa Timur? Jika ingin ke Jawa Timur, akan banyak sekali destinasi kota yang bisa kalian kunjungi. Salah satunya adalah Banyuwangi. Salah satu Kabupaten yang ada di Jawa Timur ini dijuluki kota The Sunrise of Java. Dan menjanjikan banyak lokasi wisata yang bisa kita eksplor.

Hingga saat ini, Banyuwangi masih menjadi salah satu destinasi yang sangat diminati oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Dan, di Banyuwangi, kamu akan lebih banyak menemui bule alias wisatawan asing dibandingkan wisatawan lokal. Serasa kalian menapaki kaki di luar negeri. Wkwkwk (Lebay gak, sih? Tapi, faktanya demikian)

Kali ini, aku memilih Banyuwangi untuk merealisasikan salah satu kota yang ingin ku kunjungi. Perjalanan 3 hari 2 malam ini sangat mengesankan namun rasanya kurang puas, karena banyak destinasi yang terlewatkan.




Banyak teman yang bertanya, berapa sih habis budjet ke Banyuwangi? Yups, disini aku akan memberikan detail dana yang dikeluarkan selama di Banyuwangi. Berikut kisah liburan ala backpacker ke Banyuwangi!

Berangkat pada pukul 10.00 WIB dari Pasar Senen, Jakarta, menggunakan kereta api kelas ekonomi (hemat budjet, Guys! πŸ˜†). Untuk menggunakan kereta, kita akan mengocek saku sebesar 160k. Ini sudah termasuk biaya kereta transit dari Surabaya menuju Banyuwangi. Karena kita memilih rute Pasar Senen-Surabaya, lalu Surabaya-Banyuwangi.

Menuju Surabaya akan menghabiskan waktu sekitar 15 jam lamanya. Nah, kamu akan menikmati perjalanan lama ini hingga pukul 01.00 WIB dini hari dalam kereta api. Eksplore Banyuwangi kali ini aku sudah rencanakan sebulan sebelum kepergian. Kala itu, salah seorang teman mengajak untuk menikmati Blue Fire yang ada di salah satu kawah gunung di Jawa Timur, yaitu di Kawah Gunung Ijen.

Dalam waktu 15 jam di kereta api menuju Surabaya, kamu akan di suguhkan berbagai macam cemilan dan makanan serta minuman oleh pramusaji kereta api. Untuk seporsi nasi ayam crispy, nasi goreng seharga 25k. Dan untuk cemilan Biskuit Roma sebungkusnya 10k. Untuk nasi gorengnya enak, euy!

Jika kamu ingin menghematkan budjet untuk makan, Kamu bisa mempersiapkan bekal seperti nasi bungkus dan air mineral, serta cemilan-cemilan. Karena harga di kereta api, akan jauh lebih mahal dibandingkan harga di luar. Ingat ya, Journeyers! Apalagi bagi kamu yang suka nyemil dan bentar-bentar lapar. Heheh.




Selama perjalanan, aku habiskan dengan tidur dan mendengarkan musik. Menjaga stamina agar selama di Banyuwangi, aku gak kecapekan. Karena, pengalaman sebelum-belumnya, kalo udah di lokasi destinasi, akan kurang tidur, Journeyers!

liburan ala backpacker ke Banyuwangi
Yey, Transit kereta, bukan transit hati #eh

Sesampai di Stasiun Gubeng, Surabaya, pada pukul 01.30 WIB. Meski sudah tengah malam, tapi kondisi stasiun masih rame. Mungkin mereka juga transit untuk tujuan selanjutnya. Aku dan temanku langsung menuju keluar stasiun untuk mencari makan. Makan tengah malam, cuy! Heheh.

Karena temenku sudah pernah ke Surabaya. Dia langsung mengajak ke tempat makan yang sebelumnya didatangi oleh teman-temannya juga. Lumayan berjalan lurus dari pintu keluar stasiun sebelah kiri. Kamu akan temukan makanan yang rasanya menurutku lumayan enak. Harganya pun murah-murah. Harga seporsinya rata-rata 10k. Nama tempatnya “Depot Sederhana”. Letaknya agak dipojokan.

Sehabis makan, kita kembali ke stasiun, ternyata pintu masuknya sudah ditutup. Dan akan dibuka kembali pada pukul 03.00 dini hari. So, kita memilih duduk di luar stasiun. Gak cuma kita, tapi banyak orang yang bahkan ada yang tiduran diluar tersebut.

Menunggu hingga pintu stasiun di buka, aku pun diperbolehkan sama temenku untuk tidur. Dasar, Tukang Tidur! Yaps, aku tertidur, Guys! Di emperan toko luar stasiun. Dengan diselimuti oleh kain etnik Indonesia yang kubawa. Saat pintu sudah mulai dibuka, akupun dibangunkan oleh temanku. Dia heran, dikondisi seperti ini pun aku bisa tidur, serangan nyamuk banyak, di emperan luar, dan beralasan dengan sehelai kain doang. Hahaha.

 liburan murah ala backpacker
Kain etnik yang menyelamatiku dari serangan nyamuk πŸ˜‚

Kita langsung berkemas untuk segera check in.Β Karena, kereta api menuju Banyuwangi tak akan berhenti lama di Stasiun Gubeng. Selesai check in, aku dan temenku menyempatkan diri untuk cuci muka terlebih dahulu. Saat pukul 04.00 WIB, kereta api dari Stasiun Gubeng menuju Stasiun Karangasem, Banyuwangi berangkat.

Dari Stasiun Gubeng, kita akan memakan waktu hingga 6 jam. Wew! Yaps, jika kamu ingin liburan ala backpacker yang hemat, tentunya harus bisa menerima situasi bagaimanapun dan seperti apapun itu. Harus duduk lama dan menghabiskan waktu dalam kereta api? Nikmati aja, Journeyers! Percaya deh, kamu gak akan kecapekan. Karena, kita bukan hanya akan traveling di satu destinasi aja. Banyak tempat yang ingin kita kunjungi, sebisa mungkin untuk menghemat budjet, ya!

Sesampai di stasiun Karangasem, Banyuwangi sekitar pukul 10an. Keluar dari stasiun, kamu akan menemukan tempat penginapan dan juga sewa motor. Kita memilih untuk menginap di rumah singgah. Kita tidak dikenakan biaya untuk penginapan. Posisinya tepat di luar stasiun.

Dan di rumah singgah ini, kamu juga bisa menyewa motor yang biayanya 75k selama 24jam. Rumah singgah ini ada dua tempat. Kebetulan saat kita datang, yang didepan stasiun sudah penuh. Jadi, kita harus berjalan sedikit, sekitar 50m dari stasiun. Disana terdapat 2 rumah, dengan masing-masing rumah terdiri satu ruangan yang didalamnya ada 3 tempat tidur. Satunya tempat tidur bertingkat. Satu rumah untuk khusus laki-laki, dan satu lagi untuk khusus perempuan.

Untuk sewa motor di rumah singgah ini, cukup dengan memberi jaminan KTP dan salah satu kartu identitas lainnya, seperti BPJS, SIM, atau lainnya.

Setelah mendapatkan penginapan, aku langsung berkemas, mandi dan bersiap untuk mengunjungi destinasi pertamaku di Banyuwangi.

Tapi, kita harus mengisi tenaga lagi, setelah siap untuk berangkat ke lokasi pertama, kita sempatkan terlebih dahulu mencari rumah makan Padang. Heheh.

Dimanapun, kapanpun, dan sejauh apapun, nasi padang tetap jadi incaran. Hingga akhirnya kita menemukan Rumah Makan Bukittinggi. Lokasinya di Jl. Adi Sucipto No.50, Sobo, Banyuwangi. Masakannya enak banget, dan memang Minang banget . Dan aku rekomended banget dah. Selama di Banyuwangi, kita memilih makan disini. Untuk harga? Standar harga Nasi Padang umumnya. Tergantung menu yang kita pilih juga.

Selesai makan, destinasi kita dimulai. Yups, destinasi pertama kita adalah Red Island Beach. Bagaimana perjalanan dan keindahan Red Island Beach, Banyuwangi, Journeyers?




Tunggu di postingan aku selanjutnya, ya!

β€œYou don’t have to be rich to travel well.” – Eugene Fodor

Nah, itulah ulasan mengenai liburan ala backpacker hemat versi aku!

Waiting for that, Journeyers!

 

=Big Hug=

#ovajourney

4 comments
  1. Mantap nih. Aku jadi mupeng dong. Memang untuk menghemat budget kita harus berkorban, ya, Mbak. Tapi nggak masalah,next bisa untuk backpacker ke lain tempat. Iye, kan? Hahaha

    1. Iya, Mbak. Karena masih banyak destinasi yang ingin dikunjungi. Selama masih bisa di press budjetnya, ya di minimalisir Mbak 🀭

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like