Inner child Healing – Sebelumnya, aku sama sekali tidak memahami apa itu Inner child. Dan apa dampaknya bagi seorang anak. Aku mungkin selama ini tidak begitu mencari tahu dan memahami apa yang terjadi. Aku merasa iya, inilah aku dengan segala karakter dan kebiasaanku. Tapi, ternyata tak sedikit hal itu disebabkan oleh masa lalu.

Lalu aku sedikit terusik untuk lebih mengetahuinya. Apa itu Inner child? Apa penyebabnya? Disaat salah satu orang di sekitarku mengalami hal tersebut.

Apa itu Inner child?

Dikutip dari Psychology Today, inner child adalah sekumpulan peristiwa masa kecil, yang baik atau buruk, dan membentuk kepribadian Anda seperti sekarang ini. Dan ada beberapa pakar psikolog mengatakan bahwa meski inner child itu tidak terlihat secara nyata, tapi melekat pada setiap diri manusia.

Inner Child sendiri membentuk karakter seorang anak hingga tumbuh dewasa. Penyebabnya pun bervariasi dari pengalaman setiap orang. Dan bahkan banyak orang tidak menyadari bahwa trauma yang dia miliki dikarenakan trauma di masa lalu.




Gangguan Inner child ini akan terbawa hingga dewasa, dan juga akan memberi dampak pada hubunganmu dengan orang sekitar. Dikutip dari Halodoc.com, seiring bertambahnya usia, jika normalnya seseorang tumbuh dewasa, baik secara fisik maupun mental. Namun, ada bagian dari diri yang tidak ikut tumbuh dewasa alias tetap menjadi anak-anak. Bagian inilah yang dinamakan inner child.

Bagaimana cara mengetahui inner child?

inner child lirik dan terjemahan
Foto: canva.com

Setelah mengenal Inner child, tentunya muncul pertanyaan, apakah aku mengalami juga? Apakah yang aku alami saat ini merupakan dampak dari Inner child? Aku pribadi mencoba melakukan beberapa tes secara online. Karena aku khawatir apakah karakter aku yang terbentuk saat ini ada bagian dari Inner child.

Kenapa aku melakukan tes online terkait ini? Yaps, karena aku merasakan beberapa tanda-tanda Inner child yang terluka. Apa saja tanda-tanda tersebut? Yuks simak!

  1. Memiliki rasa kepercayaan diri yang kurang
  2. Trust issue
  3. Lebih menutupi diri
  4. Sering merasa bersalah

Setelah beberapa tes yang aku lalui, ternyata aku masih beruntung. Karena aku tidak mengalami Inner child yang parah. Mungkin aku memiliki Inner child, tapi dalam beberapa tes yang aku ikuti, dalam hal ini aku masih bisa mengatasinya sehingga tidak begitu berdampak pada kehidupanku masa kini. Bahkan saat mengikuti tes tipe inner child, aku termasuk bagian Creative Inner Child. Inner child healing harus kamu lakukan sedini mungkin agar tidak berdampak dalam kehidupan di masa kini.

Apa yang menyebabkan Inner Child?

inner child healing affirmations
Foto: canva.com

Dari berbagai banyak artikel dan buku yang aku baca serta pengalaman beberapa kenalan yang mengalami hal ini. Penyebab Inner Child sangat didasari bagaimana perlakuan orang tua dimasa kecil.

Namun, terkadang tak hanya perlakuan orang tua, bisa dikarenakan faktor lingkungan saat tumbuh dewasa, perlakuan orang sekitar dan lainnya.

Penting sekali bagi kita untuk mengetahui penyebab Inner child yang kita alami. Seperti halnya diriku. Aku sendiri selama ini tak pernah menganggap bahwa Inner child tersebut merupakan dampak yang kita alami dimasa kecil.




Namun, setelah aku memahami kembali, ada beberapa kesalahan orang tua dalam bertindak di masa lalu. Bukan berarti aku menyalahkan orang tuaku, tapi ini bisa jadi pembelajaran jika nanti aku sendiri memiliki anak.

Hal yang pertama, yang sangat aku ingat adalah membanding-bandingkan anak dengan anak lain. Kecilku, aku sering mengalami hal ini, bukan karena aku tidak pintar, aku tidak cantik atau lainnya. Namun tujuan orang tua ku saat itu agar aku memiliki rasa bersaing, semangat untuk lebih dari orang lain. Tapi, nyatanya, itu terkadang membuat rasa kepercayaan diriku berkurang.

Kenapa? Karena apapun yang telah aku lakukan seperti tak ada nilainya. Seperti tak terlihat. Bahkan aku berusaha menutupi segala kekuranganku dengan banyak belajar. Banyak menambah kemampuan yang bahkan orang disekitarku tak mempelajarinya. Seharusnya, apresiasi terhadap anak itu penting, bukan membuatnya merasa puas dengan yang telah dia capai, tapi lebih rasa apresiasi bahwa yang dilakukannya adalah suatu yang benar dan berharga.

Lalu, diriku yang pendiam. Ada fakta yang mengejutkan saat aku kuliah di tahun ketiga, bertemu dengan seorang teman sekelas saat 1 SMP. Lalu, setelah bercerita panjang, dia celetuk, “Ova jauh berubah ya”. Aku cukup kaget dengan ucapan tersebut. “Dulu, kamu itu pendiam sekali, bahkan kami anak-anak sekelas, bingung topik apa yang menarik bagi kamu, Va!”

Ah, begitu ternyata penilaian temanku. Benar sekali, aku yang pendiam pun ternyata pengaruh lingkungan sekitar. Karena, saat aku kelas 2 SD semester 2, aku pindah ke Bukittinggi, yang sebelumnya tinggal di Bekasi. Perbedaan bahasa yang sulit aku pahami kala itu, dari Bahasa Indonesia, berubah ke Bahasa Minang. Meskipun kedua orangtuaku asli Minang, tapi mereka jarang menggunakan bahasa Minang selama di Bekasi. Diamku karena aku paham yang mereka katakan, tapi tidak tahu bagaimana menjelaskannya.

Dua hal tersebut membuatku terkadang merasa kurang percaya diri, tanpa apresiasi dan lebih pendiam.

Itulah yang aku alami, apakah itu merupakan contoh inner child? Mungkin ada yang dialami oleh Journeyers!

Berikut beberapa penyebab lainnya yang mungkin dialami oleh orang lain.

  1. Kekerasan yang dilakukan oleh orang tua
  2. Pengabaian oleh orang sekitar
  3. Dampak bencana alam yang terjadi
  4. Kehilangan orang tua
  5. Tuntutan sempurna yang ditekankan oleh Orang tua sedari kecil
  6. Perundungan
  7. Ada salah satu keluarga yang mengalami gangguan mental
  8. Keluarga menggunakan narkotika atau mabuk-mabukan
  9. Dan lainnya.

Bertemu dengan Inner Child

inner child healing course

Kemarin tanggal 19 Maret 2022, aku dengan antusias mengikuti webinar yang diadakan Komunitas ISB terkait mengenal Inner Child. Acara ini diprakarsai oleh Founder ISB, Teh Ani Berta, dengan menghadirkan pasangan pakar psikologi asal Bandung. Bernama Teh Diah Mahmudah dan Mas Dandi Birdy, yang juga merupakan pemilik biro konsultasi psikologi, Dandiah Care dan Dandiah Consultant.

Dalam pembahasannya, Inner child sangat dipengaruhi oleh perlakuan dan sikap yang dilakukan oleh orangtua. Baik atau buruknya sangat berpengaruh dengan pembentukan karakter anak. Sebagai anak, kita tidak bisa menyalahkan bagaimana pola asuh orang tua di masa lalu. Tapi yang bisa kita lakukan adalah mengikhlaskan dan memaafkan dengan berdamai masa lalu.

Dari informasi yang disampaikan Teh Diah dan Mas Dandy pada webinar kemarin, ada tiga cara manusia memperlakukan luka yang dialami. Yaitu Flight, Fight dan Freeze.

Flight, jika diartikan adalah terbang. Namun Flight disini memiliki maksud lari dari masalah. Tidak melakukan penyelesaian terkait masalah.  Fight artinya lawan. Dalam hal ini kita menyadari akan luka tersebut, dan mencari ilmu untuk menyelesaikannya. Freeze artinya beku. Dalam hal ini si penderita bertindak dengan luka itu dibiarkan saja, berusaha dilupakan dan dikubur dalam-dalam. Tidak mengambil tindakan apapun.




Pada webinar kemarin pun, dibahas bagaimana cara prilaku bagi kita yang ditekankan untuk tidak menangis agar terlihat tegar dan kuat. Terutama bagi anak laki-laki. Sebenarnya tidak ada salahnya kita menangis di depan orang, tapi menangis di depan orang yang tepat. Menangis itu adalah hal yang lumrah dialami setiap orang.

Itulah pembahasan yang aku ketahui terkait inner child. Dan bagi kamu merasa mengalaminya, berusahalah untuk mencari tahu inner child healing. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk Inner child healing, Journeyers! Mari lawan rasa Inner child ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like