Hai, Journeyers!

Hari Kesehatan Mental Sedunia 2021

Dunia akan tetap baik-baik saja dengan apapun yang terjadi pada dirimu, sebut salah seorang yang dengan bijak mengingatkanku. Aku pernah merasakan yang namanya patah hati, dikecewakan, hilang semangat, depresi bahkan aku mengalami yang namanya overthinking berlebihan.

Tak sedikit dari kita mengabaikan terkait kesehatan mental. Karena jika bahas tentang kesehatan mental, orang berpikir pada gangguan jiwa dengan kondisi kesadaran memudar. Padahal, kesehatan mental itu tak hanya itu saja. Kesehatan mental yang baik, akan mempengaruhi kesehatan tubuh kita juga.

Apakah aku pernah mengalami hal tersebut? Tentu pernah. Tekanan-tekanan yang terjadi, mampu menimbulkan kesehatan mental yang tak baik jika kamu tidak mampu mengatasinya.




Kamu pernah mengalami yang namanya overthinking? Insekyur? Stress? Depresi? Hati-hati, ini menandakan kesehatan mentalmu mulai terganggu.

Menyadari aku tak baik-baik saja

Sejujurnya, aku sangat ingin menuliskan ini sejak lama. Aku butuh waktu untuk keberanian untuk menuliskannya. Dan tulisan ini murni bukan untuk menyinggung siapapun. Aku hanya ingin berbagi pengalaman dan saat ini aku sudah baik-baik saja.

Aku ingin sedikit berbagi cerita. Yap, ini terjadi karena tekanan-tekanan yang aku alami saat ditahun 2018 hingga pertengahan tahun 2020. Takkan ada yang menyadari bahkan aku pun tak menyadarinya.

Aku pikir aku baik-baik saja, ternyata aku tidak dalam keadaan baik-baik saja. Tekanan-tekanan yang aku rasakan itu, aku abaikan dengan mengatakan aku baik-baik saja.

Tapi aku salah, kondisi yang aku abaikan hingga beberapa tahun itu membentuk karakterku makin cenderung tidak baik. Bahkan kondisi kesehatan aku pun menurun, aku lebih gampang sakit, asam lambungku sering meningkat.

Sebelumnya, aku tak memahami soal apa itu kesehatan mental. Aku tak mau dianggap gila hanya karena membahas kesehatan mental. Tapi, aku mulai menyadari diriku tak baik-baik saja. Disaat aku mulai merasakan krisis kepercayaan terhadap orang sekitarku.

Yap, tekanan-tekanan yang aku alami ternyata dampaknya beresiko dengan orang disekitarku. Hingga di awal tahun 2021 aku merasakan nyata bahwa diriku dalam keadaan tidak baik-baik saja. Dan berdampak ke orang sekitarku.

Disaat itulah aku mulai membaca apa itu self healing, bagaimana cara mengatasi kondisi mental yang tidak baik?

Ada banyak cara yang dilakukan oleh orang lain. Ada yang langsung ke psikiater, berserah diri kepada Yang Maha Kuasa, traveling, dan lainnya.




Semuanya telah aku lakukan. Aku masih saja berada di jiwa yang tak tentram dan damai. Hingga aku mendapatkan cara self healing yang paling ampuh. Dan itu berangsur mengubahku hingga mengembalikan jiwaku.

Dan cara yang paling nyaman aku lakukan adalah dengan ng-fangirl. Dipertemukan dengan idol-idol yang menebarkan cintanya dengan menyeru fansnya untuk lebih mencintai diri sendiri. Itulah BTS.

You can’t stop me loving my self

hari-kesehatan-jiwa-sedunia

Aku sangat menghargai orang sekitarku yang sangat memperhatikan aktivitasku dan kondisiku. Tapi, jangan berpikir, salah dengan caraku ng-fangirl, padahal inilah caraku agar tetap waras lho, heheh. You know my name, not my stories! Hal apa yang aku bagikan hanya sepercik kehidupan yang aku jalani.

Kamu takkan pernah mengetahui apa yang dialami oleh orang lain. Bahkan kamu sendiri juga mengalami hal yang sama, bukan? Kamu hanya membagikan sepercik kisah hidupmu di media yang fana ini. I know your name, not your stories!

Jadi, apa salahnya ngfangirl? Apa bedanya aku yang ngfangirl dengan kamu yang menyukai liverpool? MU? Klub bola lainnya? Atau apa bedanya aku dengan kamu yang suka dengan penyanyi luar negeri seperti Coldplay? Ed Sheeran? Dan atau dengan kamu yang menyukai sinetron Ikatan Cinta? Kira-kira begitu perbandingannya.

Aku pernah menuliskan cara self healing yang paling ampuh aku lakukan. Yah, itulah dengan cara ng-fangirl. Dan sangat membantu dalam aku memulihkan kesehatan mentalku.

Tidak ada yang salah dengan ng-fangirl! Kamu hanya mencari kondisi yang membuatmu bahagia dan nyaman. Karena kebahagiaan yang nyata adalah ketika jiwamu merasa tenteram dan damai.

Ng-fangirl yang baik adalah dengan masih dalam batas wajar. Bagiku, dunia nyataku adalah duniaku, dunia ng-fangirl-ku adalah dunia semuku.

Kenapa demikian? Karena aku masih menyadari batasanku yang hanya sebagai fans! Meskipun aku sering menganggap BTS adalah keluargaku, tapi mereka adalah keluarga dunia semuku yang berdampak nyata di kehidupanku. Mereka mampu menyadarkan aku, bahwa tak semua harus sempurna. Mereka pun memiliki kekurangan.

Mereka mampu menebarkan virus mencintai diri sendiri, karena mereka telah melewati masa-masa sulit itu. Hingga mereka menyadari bahwa sangat penting kita menyadari terkait kesehatan mental.

“Bagaimana pun, kita dilahirkan untuk menjadi nyata, bukanlah sempurna,” kata Suga BTS.

Media sosial merupakan dunia yang tak nyata. Tak semua yang ditampilkan adalah sisi sebenarnya seseorang. Kita hanya akan menampilkan sisi yang membuat kita nyaman.


Baca juga:

Terapi Self Healing Paling Ampuh yang Aku Lalui!

Love Yourself! Cara Mengatasi Insecure Yang Perlu Kamu Terapkan

Love Your Self Dengan Cara Mengatasi Overthinking!


Hari Kesehatan Mental Sedunia 2021

hari-kesehatan-mental-sedunia-2020

Pada tanggal 10 Oktober, dunia merayakan hari kesehatan mental sedunia. Gagasan ini sudah menjadi tradisi semenjak tahun 1992. Dicetus oleh Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Dunia untuk Kesehatan Mental (WFMH) bernama Richard Hunter. Sedangkan WFMH ini sendiri sudah didirikan sejak 1948 yang memang berfokus pada meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan mental dunia.

Tema yang diangkat pada tahun ini adalah Mental health care for all: let’s make it a reality. Hal ini sangat berpengaruh dengan kondisi pandemi saat ini.

Dalam memperingati hari mental health ini,diharapkan setiap negara sadar untuk memahami betapa pelayanan kesehatan mental perlu diperhatikan secara serius.

Jadi, kita mulai menyadari kesehatan mental kita terlebih dahulu, semuanya bisa baik-baik saja, semua berawal dari diri sendiri. Bukan karena orang lain.

Pentingnya menyadari kesehatan mental

Berdasarkan dari data USA Mental Health First Aid (2020) menyatakan bahwa sekitar 60% orang dewasa yang dilaporkan akhir bulan juni, di Amerika Serikat mengalami gangguan kesehatan mental seperti berupa kecemasan, bipolar, dan lainnya. Dan 1 dari 6 orang remaja disana mengalami gangguan kesehatan mental juga.

Dan di Indonesia sendiri juga memiliki persentase yang tinggi terkait hal ini. Sekitar 1 dari 10 orang mengalami gangguan kesehatan mental hasil dari survey tahun 2018.

Dari hal tersebut bisa dikatakan banyak masyarakat yang mengalami gangguan ini. Bahkan, di kondisi pandemi ini pun persentase makin meningkat hingga 300 persen, dan lebih besar menyerang remaja Indonesia. Karena tekanan yang dialami makin besar.

Jadi, kita bisa mengetahui bahwa kesehatan mental ini sangat penting kita pahami. Karena tidak hanya berpengaruh pada kejiwaan kita, tapi juga kesehatan tubuh kita.




Di Hari Kesehatan Mental Sedunia 2021 ini, banyak kegiatan yang dilakukan untuk merayakannya. Salah satunya yang diadakan sebuah komunitas yang menghubungiku pertengahan September kemarin, aku mendapatkan undangan untuk menjadi speaker di suatu komunitas yang bergerak dibidang mental health.

Sayangnya, aku telat merespon, karena acara sudah mulai rampung dan mereka sudah menemukan speaker yang lain. Disana akan dibahas bahwa kita bisa self healing dengan ng-fangirl.

Inilah yang aku alami. Dengan ng-fangirl, aku mampu mengatasi secara perlahan terkait kesehatan mentalku. Aku yang dulu krisis kepercayaan, overthinking, kecemasan secara berlebihan, dan lainnya. Karena, ng-fangirl itu bukan berfokus pada haluan terhadap idol kita, tapi lebih ke influence apa yang mereka berikan kepada kita. Petik hal yang positifnya. Yap, perlahan aku mampu mengurangi gangguan-gangguan itu.

Mengenal BTS, rasanya menemukan obat yang bikin aku merasa benar-benar cocok. BTS merupakan salah satu boyband Korea yang menyerukan bahwa kesehatan mental itu penting. Hal ini pun dibahas pada pidato BTS pada sidang PBB pada tanggal 24 September 2021 kemarin. Mereka mengangkat bahasan kondisi kesehatan mental remaja selama pandemi, yang merupakan hasil sharingnya bersama ARMY (fandomnya BTS). Lengkapnya bisa kamu baca disini.

hari-kesehatan-mental-sedunia-kapan
Foto: instagram.com/7bts.update

Pada tanggal 6 Oktober 2021 kemarin, BTS juga diakui oleh UNICEF bahwa donasi untuk kompanye BTS “Love my self” sudah mencapai 4.2 millyar won. Kompanye ini pun sudah diposting di World Children Status Report Korea. Dan komite untuk UNICEF pun mengatakan keberhasilan kampanye ini berpengaruh secara global dan kinerjanya secara global. Kampanye yang sudah dilakukan sejak 2017 ini, diperbaharui kontraknya kembali pada Maret 2021 kemaren.

Bagiku, The best influencer adalah BTS. Sebab mereka membantuku self healing.  Jangan malu jika kamu mengatasinya dengan cara ng-fangirl. 

“Kita harus percaya hanya pada diri kita sendiri”-BTS

Cara mempertahankan kesehatan mental

Banyak hal yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi gangguan pada kesehatan mentalmu atau cara mempertahankannya agar tetap baik-baik saja. Berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan Journeyers!

1. Ibadah yang baik

Tak ada yang lebih baik tempat kita mencurahkan hati kepada Allah SWT. Seperti yang terdapat pada firman-Nya di QS. Ar-Ra’d Ayat 28 yang artinya “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Ibadah tetap menjadi tempat nomor satu dalam healing yang kita lakukan. Terkadang cobaan atau kekhawatiran yang kita alami adalah cara Allah mengingatkan kita kembali bahwa kita sudah terlalu terpana dengan dunia.

2. Olahraga yang baik

Kesehatan yang ada pada tubuh kita saling berkesinambungan. Mereka saling terkait satu sama lain. Kamu tak bisa mengatakan kamu baik-baik saja, jika fisikmu baik-baik saja, namun tidak dengan mentalmu.

Cara mempertahankan kesehatan mental kita juga dapat dilakukan dengan olahraga yang rutin dan baik. Kamu bisa mencoba yoga, olahraga yang mampu menenangkan hatimu disaat galau. Atau lari pagi, dengan menghirup udara segarnya alam nan hijau.

3. Lakukan hobimu

Tak sedikit yang melakukan hobinya untuk menenangkan pikiran. Lakukan apa yang kamu sukai, bisa menulis, bernyanyi, melukis dan lainnya. Belakangan, beberapa temanku memilih melukis. Dan itu cukup ampuh baginya untuk sebagai self healing.

4. Istirahat yang cukup

Untuk kesehatan mentalmu baik, kamu juga harus memiliki waktu untuk istirahat yang cukup. Mulailah dengan mengatur jam tidurmu. Dan mulai kurangi tidur di larut malam. Karena semakin cukup waktu istirahat kita, maka tubuh akan menjadi lebih bugar.

5. Lakukan apa yang membuatmu nyaman

Zona nyaman setiap orang memiliki perbedaan masing-masing. Aku tipikal orang yang disaat memiliki masalah atau merasa diri sedang tidak baik, akan memilih mengurungkan diri di kamar.

Tak hanya merenungi dan mencari solusi untuk mengatasi masalahku, namun aku akan mencari cara mengembalikan moodku. Salah satunya dengan ng-fangirl. Dengan menonton video konten BTS, aku akui sangat ampuh dalam mengembalikan mood baikku.

Disaat aku menangis atau marah, melihat mereka secara seketika semua buyar dan aku merasa baik-baik saja.

Mungkin kamu memiliki cara yang berbeda. Cari zona yang bikinmu nyaman, dan kebahagiaan yang nyata adalah disaat kamu merasakan ketenangan dan kedamaian.

Perlu kamu ketahui, jangan malu mengakui atau menolak jika kamu merasa tidak baik-baik saja. Karena itu akan menjadi boomerang bagimu secara perlahan. Menangislah jika kamu ingin menangis, marahlah jika kamu ingin marah. Jangan mendustai diri sendiri, dengan mengatakan bahwa kamu baik-baik saja, karena itu bisa menjadi racun bagi dirimu.

Kini, aku merasa telah baik-baik saja dengan caraku, aku berharap semua Journeyers yang mengalami ketidakbaikan kesehatan mental, bisa cepat mengatasinya ya.

Ini sepenggal kisahku dalam mengatasi mental health yang aku alami. Mungkin kamu bisa berbagi cerita juga di Hari Kesehatan Mental Sedunia 2021 ini.

22 comments
  1. Halo kak ova, biasnya RM 🥰 how are you today? Semoga bahagia Yaaa. I do understand how you feel, ng-fangirl bukan karena tampannya BTS atau keren dance nya. Tapi lebih ke Personaliti. Bts atau blackpink, tiap Membernya punya cerita sendiri, isu kesehatan mental sendiri dan mereka juga struggle. Nah struggle nya ini yang jadi mirror dan power buat kita. BTS emang we love then so much yaaaaa, mereka tuh makhluk alien beda sendiri, hahaha. Aduh udah deh gak bakalan cukup di komen deh ngomongin how awesome BTS.

    Btw terkait kesehatan mental, I’VE been there too. In my most DARK time and place. Kalo aku, write on down tiap detail kisah di blog aku adalah heal sendiri. Bukan hanya feel nya. Dengan begitu release sih inner child dan semua kecewa, sedih, marah dan dendam. Salah satu alasan ngeblog juga itu. Self healing. So, kalo aku mah orang tau nama aku dan juga kisahku!! Wkwkwkwk. It’s oke sih aku mah. But you are different. Find the way that makes you comfort. Whatever it’s is.

    Jaman aku dulu, boro bori ada support webinar atau konsultasi Mental HEALTH. ORANG stress dan depresi dianggap bukan masalah besar. Jadi healingnya nyari sendiri, pecahin sendiri dan struggle sendiri. Definisi jaman sekarang duduk sendirian dipojokan tengah malah sambil nangis, jaman dulu begitu ya begitu tiap hari tiap MALAM, hehe. bersyukur sekarang banyak support ya. Jadi lebih bisa menjalani dan melalui lebih mudah walau gak mudah juga CAuse it hurt but more easier than jaman aku dulu, yang butuh 10-15 Tahun buat healing. Hehehe. Peluukkk kak ova.

    1. Hai, Kak Ekaaa (Lope purple) ALhamdulillah, aku sekarang baik-baik saja.

      Bener sekali kaka, untuk menggambarkan diri mereka itu sulit diungkap dengan kata-kata.
      Aku setuju sekali, banyak orang menganggap jika mengalami depresi, stress adalah suatu aib yang sangat memalukan. Padahal jika kita gak menyadari itu secepatnya, mungkin kita bisa benar2 gila.

      Hingga aku mau menulis kisahku pun, aku sempat anggapan orang terhadapku. Tapi setelah aku pahami kembali, tak masalah aku hanya ingin berbagi cerita bahwa tak selamanya ngfansgirl itu padangannya negatif. Justru mampu sebagai obat juga.

      Memang tak mudah untuk bisa healing dari kondisi mental yang tak baik-baik saja. Tapi lebih menyakitkan jika tidak segera menyadarinya ya Kak. Jujur, aku awalnya tak menyadarinya, hingga ada seorang teman mengatakan untuk konsultasi ke psikiater, disana aku mulai mencari tahu tentang mental health juga.

      Wah, Kak Eka menjalaninya cukup lama ya Kak, saat ini sudah bisa mengatasinya ya. Semoga kesehatan mental kita selalu terjaga kak. Pelukkk online juga buat Kak Eka 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like