Pesona Negeri Atas Awan, DIENG!!! ( Day 1)

Hi, Guys! Pernah gak sih, kalian melakukan perjalanan yang tanpa direncanakan jauh hari alias dadakan?

Perjalanan aku menyelusuri negeri di atas awan, Dieng ini, merupakan perjalanan tanpa terencanakan. Keinginan untuk menyusuri wilayah Dieng sudah diinginkan sejak lama. Tak pernah terealisasi dikarenakan berbagai alasan. Namun, Pada tanggal 20 Desember 2018 lalu, tiba-tiba kepikiran ingin kesini. Kebetulan long holiday Natal 2018. Yapt, otomatis jiwa traveling ku muncul, tak ingin menyia-nyiakan waktu yang panjang ini hanya untuk dihabiskan di kamar kosan ku. Awalnya aku mengajakAulia, dan dia juga setuju untuk mengambil trip ke Dieng. Dan kita sepakat untuk ikut open trip. Karena menurutku, dengan ikut open trip perjalanan akan lebih terarah dan juga langsung ada guide-nya. Aku mencari open trip melalui Instagram, sekarang semuanya sudah praktis yah, Guys! Begitu banyak jasa open trip di Instagram. Beberapa open trip yang aku hubungi, alhasil sudah full quota. Hampir nyerah, namun pas pukul 19.00 WIB pada hari Jumat tanggal 21 Desember 2018, ada satu open trip yang masih menyediakan 5 kursi tersisa. Alhasil aku dan sodaraku langsung booking, dan pada malam itu juga teman kantor ikut bergabung, Kak Richa dan Kak Biona. Fix, kita berempat packing malam itu karena pemberangkatan open trip tersebut hari sabtu pukul 8 malam.




Kira-kira apa saja yang dibutuhkan untuk perjalanan ini yah, Guys?

Ok, karena perjalanan kita ini tujuannya menuju dataran tinggi, pastinya lokasi ini akan memiliki suhu yang sangat dingin, jadi hal yang jangan sampai terlupakan adalah jaket ataupun sweater. Dan bagi aku yang gak tahan dengan dingin ac mobil, aku selalu membawa sarung tangan dan juga kaos kaki. Perjalanan kita ini cukup lama di dalam mobil, maka aku saranin jangan pake celana levis, gunakan pakaian yang nyaman untuk perjalanan yang lama, aku memilih menggunakan kaos dan celana training atau jogger juga boleh. Masker juga jangan dilupakan, Guys! Ini akan sangat dibutuhkan apabila kita mengunjungi tempat seperti Kawah Sikidang. Dan cemilan-cemilan yang dibutuhkan untuk pengganjal perut selama di perjalanan juga harus disediakan. Bagi teman-teman yang punya riwayat sakit tertentu, obatannya jangan sampai terlupakan juga. Karena tak akan menyenangkan perjalanannya jika dihiasi dengan kondisi kita yang sakit. Mungkin itu yang harus disediakan terlebih dahulu diluar keperluan pribadi lainnya. Yuhuuuuu, perjalanan dadakan ini dimulai!

Seperti yang kita ketahui, untuk mengenai tempat wisata di Indonesia, tak perlu dipungkiri, bentangan alam di negara ini cukup membuat kita berkali-kali mensyukuri keindahan alam yang bisa kita nikmati. Dan di Indonesia, begitu banyak tempat yang disebut negeri di atas awan. Yah, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan wilayah dataran tinggi yang ditutupi oleh awan. Salah satu wilayah yang dikenal dengan Negeri di Atas Awan Indonesia adalah Dieng. Dataran Tinggi Dieng merupakan daerah vulkanik yang masih aktif sampai saat ini, lokasinya di Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dan terletak diantara dua gunung yaitu Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Bentangan alamnya sangat indah, dan suhu di wilayah ini mencapai 10-12˚C pada hari biasa, bahkan bisa 0˚C hingga suhu minus.

Pada perjalanan ini dimulai pukul 9an malam minggu dan meeting point nya di Cawang UKI, Jakarta Timur. Perjalanan dari Jakarta menuju Dieng menggunakan Bus. Perjalanannya cukup lama, karena di beberapa titk ruas terjadi kemacetan. Sehingga sesampai kita di lokasi wisata pertama di Dieng sudah hampir tengah hari keesokan harinya. Sepanjang perjalanan menuju Dieng, kita akan menikmati bentangan alam perkebunan di perbukitan.

Ini pemandangan yang aku ambil saat dalam perjalanan, disisi lain akan lebih indah, karena pemandangan hijaunya lebih tampak.

Siang itu sudah terasa dinginnya wilayah Dieng, setelah makan siang dengan menu yang sudah disediakan oleh panitia. Kita memulai untuk menuju ke destinasi wisata. Tempat pertama yang kita kunjungi adalah Kawah Sikidang. Mungkin bagi beberapa kalian yang sudah pernah ke Kawah Putih Bandung, atau mendaki gunung yang kawahnya masih aktif, tentunya tempat ini takkan berasa berbeda. Tapi, menurut aku sendiri, Kawah Sikidang memiliki keunikan tersendiri dan kabut dari asap belerangnya masih teramat kuat aromanya. Aku saranin harus menggunakan masker agar tidak terhirup gas belerang yang sangat membahayakan untuk pernapasan kita.

Kawah Sikidang, Dieng

Ini bukan kawah putih Bandung, ataupun Gn Papandayan Garut, tapi ini Kawah Sikidang, Dieng!

Bersama mereka (Aku, Kak Richa, Aulia, Kak Biona)

Hal menarik dari kawah Sikidang ini, kita juga bisa merebus telur. Yah, seperti kawah pada foto diatas digunakan untuk merebus telur. Alat yang digunakan untuk merebus telur seperti kail pancing yang bisa kalian dapatkan di area tersebut. Gimana? Kalian gak pengen mencoba gitu? Sayangnya, aku gak mencobanya, Guys! Karena terkendala waktu yang gak begitu lama untuk bisa menunggu telurnya sampe mateng. Nah, salah satu kekurangan dari mengikut open trip waktu yang kalian miliki terbatas, kalian gak bisa berlama-lama di satu tempat. Karena waktu sudah diatur oleh panitia agar bisa menyelusuri beberapa destinasi yang lain.




Di lokasi kawah Sikidang, banyak sekali orang menjual sovenir dan makanan khas Dieng. Dan aku tak lupa untuk membeli satu sovenir yang ada di Kawah Sikidang ini, yaitu syal. Karena juga dibutuhkan untuk mengatasi rasa dinginnya selama di Dieng. Syal khas Dieng bahannya lembut dan juga tebal. Harga 1 syal sebesar 25K. Menurutku, ini terbilang cukup murah, dengan bahannya yang tebal dan lembut.

Maafkeun ala-ala gimana gituuuh! Heheh

Destinasi selanjutnya, kita menuju Batu Ratapan Angin. Lokasinya tak jauh dari Kawah Sikidang. Untuk menuju lokasi ini, kita perlu berjalan dan menaiki tangga, yah, lumayan melelahkan bagi mereka yang jarang berolahraga. Namun, tak perlu kecewa, karena lokasi ini akan menyuguhkan pemandangan yang mampu menghilangkan rasa lelah kita. Yah, dari atas Batu Ratapan Angin, kita dapat menyaksikan Telaga Warna yang menawan dari ketinggian. Nah, kalo kalian kesini, akan lebih indah lagi saat matahari sudah naik karena pembiasan sinar matahari terhadap air Telaga Tarna yang bersulfur tinggi menghasilkan warna yang menakjubkan. Lukisan alam Telaga Warna yang unik bersandingan dengan Telaga Pengilon berlatar belakang perbukitan dan pegunungan hijau, keren banget loh, Guys!

Si penakut ketinggian, yang demen ke tempat yang tinggi untuk menghilangkan phobia ✌

Ini merupakan spot favorit saat kalian ke Batu Ratapan Angin, dan untuk berfoto disini pun kita harus mengantri, karena setiap pengunjung tak akan ketinggalan untuk berfoto disini.

With Aulia – who is as like as a young sista

Setelah berswafoto di Batu Ratapan Angin, kita kembali ke bis, dan segera menuju ke penginapan. Sesampai di penginapan, kita disuguhi masakan. Makanan tersebut sudah include dari open trip yang aku ikuti. Menurut masakannya lumayan lah, gak ng-zonk. Selesai makan, kita kembali ke kamar. Aku, Aulia, Kak Biona dan Kak Richa ditempatkan dalam satu kamar. Penginapan yang disediakan juga bagus, Guys! Spring bed nya pun empuk. Kita istirahat setelah membersihkan badan. Dan, suhu disini sangat dingin, Guys! Saat mandi, serasa mandi dengan air es. Cuaca di luar yang gerimis, membuat suasana makin dingin. Yah, kita kesana di bulan Desember, dimana bulan yang musimnya hujan. Panitia menginformasikan makan malam dilakukan pada pukul 8. Dan diiringi dengan acara bakar-bakar, eits ini bakar jagung dan singkong maksudnya ya, Guys! Namun, apalah daya, selesai magrib, karena saking dinginnya, kita memilih tiduran menggunakan selimut yang cukup tebal untuk mengurangi rasa dingin. Tapi, ternyata kita ketiduran. Hingga saat aku terbangun di pukul 10 malam. Ternyata acara bakar-bakar tidak jadi dilakukan, karena cuaca hujan. Aku pun shalat, lalu melanjutkan kembali tidur. Karena, panitia mengatakan kita akan melanjutkan trip selanjutnya yaitu ke Bukit Sikunir yang akan dilakukan pada pukul 2 dini hari. Jadi, masih ada beberapa jam lagi, aku memanfaatkan untuk tidur terlebih dahulu. Ckckck




Guys, perjalanan memang melelahkan! Tapi, lebih melelahkan lagi apabila kita hanya berpaku pada rutinitas yang selalu sama setiap harinya. Lakukanlah perjalanan agar kamu tahu, negaramu ini sangat luas dan indah!

Untuk hari kedua aku di Dieng, akan aku ceritakan pada tulisan aku selanjutnya.

 

=Big Hug=

#Ovajourney

2 comments
11 likes
Prev post: Urang Minang Baralek Gadang 2019 di Tanah Rantau DKI JakartaNext post: Pesona Bukit Sikunir Yang Terlewatkan & Sejarah Candi Arjuna, Dieng!

Related posts

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *