Kriteria Sahabat Yang Selalu Mengisi Hari-hariku

Hai, Journeyers!

Apa sih arti sosok seorang sahabat bagimu? Setiap orang akan mengartikan dengan cara pandang mereka masing-masing. Bagiku, sosok seorang sahabat takkan pernah lepas dari kehidupan sosial kita. Terlebih manusia merupakan makhluk sosial yang takkan bisa hidup dengan seorang diri.

Ada beberapa kriteria sahabat yang akan mengisi hari-harimu. Dan inilah kriteria sahabat versi aku dan mereka yang aku miliki. Hihi.

1. Dia yang menamparmu saat kamu salah, dan men-supportmu saat kamu benar

Kesannya sangat keras ya, menampar. Menampar ini hanya sebuah ungkapan perumpamaan saja loh, Journeyers! Jangan sampai kamu salah bertindak ya. Wkwkwk.

Seorang sahabat, akan berkata sejujur-jujurnya apapun yang ia rasakan, pendapatnya, dan semua saran yang ingin dia sampaikan kepada kita. Dia takkan peduli apakah itu akan menyakitkan bagimu atau tidak. Yang dia tahu, itulah yang terbaik untukmu.




Mereka juga akan menjadi orang pertama untuk mendukungmu dalam kegiatan yang kamu sukai, kamu lakukan, dan kamu ingin capai selama itu kegiatan positif.

Aku pernah menangis karena kata-kata yang dilontarkan seorang sahabat. Namun beberapa saat kemudian, ketika aku memahami kembali. Yah, benar juga yang ia katakan. Itulah sahabat.

2. Takkan menjatuhkanmu namun meraih tanganmu saat terjatuh

Bagiku, sosok sahabat, dia yang akan ada disaat kamu kesulitan, disaat kamu butuhkan. Seketika kamu berada di titik terbawahmu, dia takkan makin membuatmu terpuruk. Justru dia akan menenangkanmu dan memberimu semangat.

Bahkan dia sangat memperdulikanmu setiap apapun yang kamu lakukan. Tanpa harus banyak berkata, mereka akan mengamatimu dalam bertindak. Dia memerhatikan setiap kegiatan yang kamu lakukan tanpa harus kamu ketahui. Hingga saat kamu kesulitan, dia pun mampu memahamimu. Itulah kriteria sahabat yang harus kita miliki juga.

3. Bak punya telepati, dia akan mengetahui apa yang kamu butuhkan tanpa perlu kamu katakan

Hal sederhana yang dilakukan sosok sahabat akan lebih berharga dari apapun kemewahan yang ada. Karena dia memahamimu, dia akan tahu apa yang kamu butuhkan tanpa perlu kamu katakan.

Ada sebuah momen yang buat aku selalu ingat dan aku tidak menyangka mereka mengamati apa yang aku suka. Dan yang aku butuhkan saat momen tertentu.

Yapt, waktu itu aku ngantri untuk pembelian tiket kereta dari Pariaman – Padang. Kala itu, kami berkunjung ke Pariaman untuk menyaksikan Tabuik Pariaman. Perayaan besar sekali setahun di Pariaman yang mana banyak dihadiri oleh orang mancanegara juga.

Karena sangat ramai, jadi yang ngantri hanya diperbolehkan perwakilan saja. Waktu itu aku yang mewakili rombonganku.

Saat antrian, dia, mengantarkan sebotol minuman, teh pucuk. Wkwk. Aku tak menyangka, selama ini dia memerhatikan kala aku mulai lelah, aku slalu minum Teh Pucuk Harum, untuk menaikan kadar glukosa ku. Gumawo yo.

Sederhana tapi berharga, bagiku.

Bahkan, bersama sahabat, kita akan lebih sering memiliki pemikiran yang sama saat berpendapat. “Apakah sama yang kita pikirkan? Wah aku kira cuma aku yang berpikir demikian”. Pasti akan sering terlontar hal ini diantara kamu dan sahabatmu.


Baca juga:

Yuk, Intip Kemeriahan 1st Anniversary Sahabat Hosting!

Sahabat Hosting, Meraih Penghargaan IWA 2019


4. Meski raga berjauhan, namun selalu dihati, tak terlupakan

Aku masih ingat, ucapan yang pernah ia lontarkan padaku saat kuliah. “Oppa (hanya sobat-sobatku manggil ini yaw), hidup kita tak melulu bersama sahabat. Ada masanya nanti kita terpisah, bahkan berjauhan. Lalu hidup dengan pasangan kita masing-masing”

Itu yang dia ucapkan, saat aku mulai resah dia memiliki kekasih. Kita yang biasa selalu barengan, kemana-mana bersama. Akhirnya, semuanya perlahan berubah.

Memang benar. Setelah kuliah pun kita memiliki jalan yang berbeda. Aku memilih merantau, dia stay di Padang. Lantas, apakah kita menjauh? Ternyata tidak. Dia tetap sosok sahabat yang ada saat aku butuhkan. Dia juga yang slalu memberikan nasehat dan saran.

Tak urung banyak berbagi cerita yang kita alami. I just wanna say, thank you, Ro. 

Pesannya yang slalu ku ingat, “Jangan sakit, nanti gak ada yang bisa ngurusin kamu, masakin kamu”. But, tenang, aku beruntung bertemu teman-teman yang baik disini, Sobat. 😊




5. Dia yang mampu melakukan sesuatu yang bukan dirinya karenamu

Yup, sosok sahabat mampu melakukan apa yang tidak dia suka, atau bahkan bukan tipikal dia karenamu. Melakukan sesuatu yang kadang tak kamu duga. Lebih dari seorang pacar.

Dia yang langsung datang saat kamu sakit tanpa harus memikirkan hujan atau panas. Dia yang menangis saat kamu akan pergi jauh seperti merantau. Padahal dia sosok yang aku kenal sebagai orang yang tegar dan kuat.

6. Kamu tak hanya mengenalnya, namun juga keluarganya

Iyap, kamu pasti akan sering nginap bersamanya, melakukan berbagai kegiatan bersama. Bahkan ada yang sampai mengira kalian kembar. Atau juga kamu dan dia akan makin memiliki banyak kemiripan.

Dan keluarganya pun menerimamu dengan ramah. Memperlakukanmu seperti anak sendiri juga.

Sungguh, beruntung sekali bagi kamu yang memiliki sosok sahabat seperti ini. Begitu pun aku.

Kriteria sahabat sejati

Saat menulis ini pun, aku memikirkan salah satu sosok yang aku anggap sebagai sahabat. Dia, yang selalu menemani hari-hariku. Meski kini kita tak tiap hari berbagi kabar, cukup bagiku mendoakan yang terbaik untukmu. Karena kini kamu tak hanya sosok sahabat bagi sahabatmu, namun kamu juga sosok istri dan seorang ibu.

Peranmu bertambah, Sobat.




Ada kalanya aku rindu pada momen-momen bersama. Semoga nanti kita bisa berkumpul lagi, ya. Dan jadilah sahabatku till jannah. Jangan mencerewetiku tentang nikah mulu, yaaa! Wkwkwk.

Apakah kriteria sahabat yang aku miliki, sama dengan kamu, Journeyers? Yuk, ceritakan juga sosok sahabat bagimu.

 

*Tulisan Diikutsertakan dalam 30 Days Writing Challenge Sahabat Hosting.

2 comments
7 likes
Prev post: Nikmati Liburan Di Bali Dengan Paket Wisata Bali Terupdate!Next post: Love Your Self Dengan Cara Mengatasi Overthinking!

Comments

  • fanny_dcatqueen

    Januari 25, 2021 at 7:56 AM
    Reply

    Dulu zaman sekolah sahabatku ada bbrp orang. Kami akrab banget. Tp sejak masing2 menikah, dan merantau ke mana2, hubungan kami ga sedekat dulu malah putus […] Read MoreDulu zaman sekolah sahabatku ada bbrp orang. Kami akrab banget. Tp sejak masing2 menikah, dan merantau ke mana2, hubungan kami ga sedekat dulu malah putus komunikasi. Tp skr ,aku punya sahabat yg aku anggab travelmate ku juga. Yg berani negur jika aku salah, yg udh ngerti banget gimana sifat2ku, dan kami udh saling toleransi satu sama lain thd kekurangan masing2 :D. Bersyukur sih punya dia . Walopun sahabatku jd cm 1 skr, tp at least yg sangat berkualitas :D Read Less

  • Grey

    Januari 20, 2021 at 12:17 PM
    Reply

    BENERR BGTT WOYYY For me, esp forme, yg pertama benerrr bgt, like i'm not person if my friend make fault aku bakal benerin jg, no. Jika […] Read MoreBENERR BGTT WOYYY For me, esp forme, yg pertama benerrr bgt, like i'm not person if my friend make fault aku bakal benerin jg, no. Jika dia salah menurut pandanganku, i said its fault. Aku jg smpe pernah berantem sm kembaranku pas dia putus wkwkwkk. Bayangin, dia yg putus sm pacarnya, aing sm dia yg berantem wkwkkwk. Sering bgt berantem hal sepele dan balik lg seolah ga ad yg terjadi wkkwkk. Read Less

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *