Hai, Journeyers!
Sebagai orang Minang yang merantau di Jakarta, hal yang paling aku rindukan selalu masakan mama dirumah. Meskipun banyak restoran Padang di Jakarta, tapi tidak semua masakan Padang itu dibikin oleh orang Minang.
Nah, kalo untuk menikmati rasa masakan Minang yang autentik Minang banget menurutku adalah Nasi Kapau. Nasi Kapau memiliki khas rasa tersendiri sehingga tak semua orang Minang yang bisa masak masakan Kapau.
Saking autentiknya, Nasi Kapau di Jakarta dan sekitarnya harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga Nasi Padang biasanya. Sebelum membahas lebih jauh, yuk kepoin dulu sejarah Nasi Kapau ini, Journeyers!
Sejarah Nasi Kapau

Nasi Kapau berasal dari salah satu Nagari yang ada di Sumatera Barat yaitu Nagari Kapau, sebuah desa kecil yang berada di Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Hidangan nasi Kapau ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-19, yaitu semasa zaman penjajahan Belanda di Indonesia.
Pada masa penjajahan itu, banyak perempuan Minang yang ditinggalkan oleh suaminya yang pergi merantau. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, perempuan Minang membuka usaha rumah makan yang menyajikan nasi dan lauk-pauk khas Kapau.
Nasi Kapau sudah menjadi populer di Bukittinggi, terutama di sekitar Pasar Bawah, nama tempatnya Los Lambuang, di mana para pedagang menjual hidangan ini dengan menggunakan panci-panci besar yang ditata berjejer. Di Los Lambuang ini akan kamu temui begitu banyak pedagang Nasi Kapau.
Tak hanya di Bukittinggi, kini Nasi Kapau sudah menyebar secara nasional dan Internasional. Seperti Malaysia dan Australia. Banyak perantau asal Kapau membuka warung makan di kota-kota besar dan mempromosikan hidangan ini sebagai makanan khas Indonesia.
Jika dibedakan dengan Nasi Padang biasanya, nasi Kapau memiliki perbedaan seperti berikut:
1. Dari segi bahan, mereka menggunakan beras dan bahan yang bermutu tinggi serta sambal yang pedas, rempah-rempahnya lebih berasa dibandingkan dengan nasi Padang biasanya.
2. Gulai di Nasi Kapau pun memiliki rasa yang sedikit lebih asam dan menggunakan sayur seperti kol, nangka, dan kacang panjang.
3. Dalam penyajian Nasi Kapau, disajikan langsung oleh penjual dari balik meja panjang berisi panci-panci besar.
RM Salero Denai di Summarecon Tangerang

Setelah mengetahui sejarah Nasi Kapau dan juga perbedaannya dengan Nasi Padang biasanya, apakah kamu memiliki rasa penasaran untuk mencobanya, Journeyers?
Aku pribadi lebih suka menikmati Nasi kapau dibandingkan nasi Padang pada umumnya. Sehingga dimana pun aku merantau, aku akan mencari dimana lokasi Nasi Kapau yang bener-bener rasanya autentik seperti lokasi asalnya.
Setelah aku mencari tahu dan mencoba berbagai macam jenis tempat Nasi Kapau yang ada di Jakarta dan sekitarnya, aku mendapatkan informasi bahwa di Summarecon Tangerang terdapat Rumah Makan Nasi Kapau yaitu RM Salero Denai.
Tentunya warga Jakarta sekitarnya sudah tak asing dengan Summarecon Tangerang, yang mana lokasinya hanya 200 meter (2 menit) dari Akses Tol Bitung, Tol Jakarta Tangerang, 15 menit dari Summarecon Serpong.
Summarecon Tangerang merupakan pengembangan ke 9 dari Summarecon group, dan memiliki 6 danau besar yang tersebar di kawasan. Jadi, kita bisa healing sambil menikmati keindahan danau besar yang ada di Summarecon Tangerang ini. Dan area ini terdapat jalan bulevar yang lebar dan jalur khusus pejalan kaki (pedestrian friendly/ walkable township).
Di Summarecon Tangerang ini kamu bisa wisata kuliner warisan masakan Minang yaitu Nasi Kapau. Jadi, bagi kamu perantau Minang yang merindukan Nasi Kapau, tak perlu lagi harus pulang kampung untuk menikmati masakan Kapau. Kamu bisa langsung ke Summarecon Tangerang dan cari RM Salero Denai. Kamu bisa menikmati semua masakan Kapau yang ada di rumah makan ini.
Itulah sejarah Nasi Kapau dan informasi lokasi Nasi Kapau yang bisa kamu temui di Summarecon Tangerang. Cuusss, nyobain langsung bagi kamu yang penasaran dengan rasa autentiknya, Journeyers!